Nama saya
Khoerotul Uzla, nama yang asing bagi sebagian orang dan jarang pula diingat
oleh orang-orang. Saya terlahir sebagai anak perempuan ketiga dari tiga
bersaudara pada 23 Maret tujuh belas tahun silam. Hobi saya membaca (walaupun
hanya pada beberapa genre buku saja), menggambar (meskipun hasilnya tidak
bagus). Sejak SMK saya mulai suka dengan film dari yang nonton di bioskop hingga download di Nontongo.me (walaupun cuma dapet HDCAM wkwk). Mulai dari film indonesia dari yang islami hingga yang cinta bahkan horor. Apalagi sekarang industri perfilman indonesia sudah semakin maju. Saya juga suka dengan film barat apalagi dengan serial Avengers, Fast and Furious hingga Insidious. (tapi sayang saya nggak nonton infinity war karena bioskop di pekalongan kebakaran :( ) Sebenarnya saya hampir suka semua genre film asal bukan film india yang isinya nyanyi-nyanyi ajaaa juga jangan film korea yang pemainnya sipit semua :( Sama dengan anak-anak lainnya, saya juga
punya cita-cita sewaktu kecil. Dulu saya ingin sekali menjadi guru. Punya banyak murid, teman, pengetahuan, apalagi bisa membimbing anak anak yang malas untuk terus semangat bukan malah mengucilkannya. Bagi saya
guru adalah profesi nomor 1 sepanjang masa karena dari gurulah orang-orang
sukses didunia ini muncul, baik itu guru formal maupun nonformal. Walaupun
menurut Dr. Zakir Naik profesi yang paling bermanfaat bagi orang lain adalah
ulama, tapi menurut saya pada dasarnya konsep mereka sama. Sama sama membimbing
kearah yang lebih baik.
Terlepas
dari semua itu, saya tidak tahu siapa diri saya sebenarnya, apa tujuan saya
hidup, dan mau jadi apa saya kelak. Dimasa-masa pengangguran setelah ujian
nasional, masa-masa tersulit yang pernah saya alami. Jarang bertemu
teman-teman, menunggu pengumuman kelulusan, tidak punya pekerjaan. Dan
satu-satunya hal yang saya lakukan adalah internetan. Hingga suatu saat saya
mulai merenung, memikirkan apa yang akan saya lakukan setelah lulus? Bekerja
atau kuliah?. Benar kata orang, internet memang sangat berpengaruh bagi para
penggunanya. Malam itu, saya tidak mengakses “Nontongo.me” namun
lebih dari itu. Saya dipertemukan dengan orang-orang hebat dibidangnya melalui
internet. Steve Jobs, Bill Gates, Deddy Corbuzier, Najwa Shihab, Dian Pelangi,
Fiersa Besari, bahkan seorang selebgram kontroversional “Awkarin” hingga pengusaha
favorit saya Bob Sadino. Saya memang tidak mengenal mereka secara langsung,
namun setelah sedikit banyak menelusuri siapa mereka sebenarnya akhirnya
pikiran saya terbuka. Seperti kata Fiersa Besari “ jati diri tidak dicari, jati
diri diciptakan” akhirnya saya memantapkan diri. Saya akan menjadi Pengusaha.
Sebenarnya alasannya sepele, saya tidak suka bekerja dibawah tekanan, berangkat
sesuai aturan, bertindak sesuai kemauan atasan dan libur di tentukan
perusahaan. Disamping itu mengingat perkataan bahwa “Sembilan
dari sepuluh pintu rejeki ada dalam perdagangan”. Saya bertekad saya
harus bisa mendirikan usaha saya sendiri, mengelolanya, dan memajukannya.
Namun, meski demikian setiap perusahaan harus mempunyai etika
dalam berbisnis dan hal-hal yang perlu dilakukan untuk memajukan
perusahaan tersebut. Saya rasa saya kurang bisa mendapatkannya jika harus
belajar secara otodidak. Itulah alasan saya memilih Manajemen sebagai Program
Pendidikan S1 saya.
Ketertarikan
saya pada bidang IT muncul sejak kelas 1 SMK dimana saya memang berada pada
jurusan tersebut, Teknik Komputer dan Jaringan. Jujur saja awalnya saya amat
sangat gagap pada teknologi. Bahkan untuk connect wifi saja saya tidak bisa.
Namun, seiring berjalannya waktu sejak kelas 1 kami dituntun dan diajarkan
bahwa suatu saat teknologi akan semakin berkembang pesat dan menguasai dunia.
Diceritakan tentang tokoh-tokohnya hingga profesi profesi yang dapat dikatakan
“elit” ada pada bidang teknologi. Tidak dapat dipungkiri , jelas terlihat bahwa
sekarang banyak pekerjaan yang diselesaikan dengan mesin dan tidak memerlukan
tenaga kerja lagi. Dalam bidang pendidikan juga memanfaatkan teknologi sebagai
sarana dalam pembelajaran seperti edmodo, googleclassroom dll. Dalam penerimaan
siswa baru juga sama yakni menggunakan metode online. Contoh lain dapat dilihat
dalam bidang informasi. Jaringan internet dan media sosial seperti menggantikan
peran televisi belakangan ini. berita berita tersebar dengan pesatnya dalam
internet. Selain itu teknologi juga memberikan dampak pada bidang bisnis.
Apapun bisnisnya hampir semuanya dapat dilakukan dalam bentuk online seperti
transportasi online, jual beli online, bahkan pendaftaran pendakian
gunungpun juga online. Perusahaan dalam skala besar hingga kecil sekalipun dapat
memanfaatkan teknologi sebagai media promosi untuk mengembangkan bisnisnya.
Terlebih lagi pada masa ini indonesia telah masuk dalam MEA (Masyarakat Ekonomi
Asean) yang artinya pesaing kita bukan hanya dari dalam negeri saja tetapi juga
negara negara lainnya yang pastinya juga tidak tertinggal dalam bidang
teknologi. Jadi tidak dapat dipungkiri bahwa sekarang teknologi telah menguasai
dunia dalam berbagai bidang. Suka tidak suka kita tidak bisa menolaknya, jika
kita tidak mengikuti perkembangan zaman kita akan tertinggal (gagap teknologi).
Ketertinggalan itu akan berdampak pada kelangsungan bisnis kita yang akan
tersingkirkan oleh bisnis-bisnis lain yang lebih baik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar